International Community Service dengan PERTAMA di Kuala Lumpur: Bahas Perwakafan di Malaysia
International Community Service dengan PERTAMA di Kuala Lumpur: Bahas Perwakafan di Malaysia
Kuala Lumpur Malaysia, 06 Juli 2024 - ASEAN Academic Association (AAA) bersama dengan STEBI Lampung, dan Pertumbuhan Profesional Tanah Malaysia (PERTAMA) mengadakan kegiatan International Community Service di Kuala Lumpur, Malaysia. Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan dan kerjasama antara lembaga di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini dihadiri oleh 29 peserta yang berasal dari Universitas Nurul Huda Sumatera Selatan, Universitas Djuanda Bogor, dan STAI Darussalam Lampung.
Tim dari Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden AAA, Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., CA., CMA., CFA., PIA., Asean CPA. Setibanya di lokasi kegiatan, rombongan disambut dengan hangat oleh Presiden PERTAMA, Prof. Dr. Ismail Omar, beserta jajaran pimpinan dan anggota PERTAMA.
Kegiatan dalam International Community Service ini adalah Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang perwakafan di Malaysia dan Indonesia. Diskusi ini melibatkan berbagai ahli dan praktisi di bidang perwakafan dari kedua negara, dengan tujuan untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi terkait pengelolaan wakaf.
Beberapa topik yang dibahas dalam FGD meliputi:
- Regulasi dan Kebijakan Perwakafan: Perbandingan regulasi dan kebijakan perwakafan di Malaysia dan Indonesia, serta bagaimana kebijakan tersebut diimplementasikan di masing-masing negara.
- Model Pengelolaan Wakaf: Diskusi mengenai berbagai model pengelolaan wakaf yang telah diterapkan dan keberhasilan serta tantangan yang dihadapi.
- Kolaborasi Antar Lembaga: Pembahasan mengenai peluang kolaborasi antara lembaga-lembaga perwakafan di Malaysia dan Indonesia untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan wakaf.
Prof. Dr. Tulus Suryanto dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat sistem perwakafan di kedua negara. Beliau menyampaikan bahwa dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, Indonesia dan Malaysia dapat saling belajar dan mengembangkan model-model perwakafan yang lebih efektif.
Sementara itu, Prof. Dr. Ismail Omar menyampaikan apresiasinya atas kehadiran rombongan dari Indonesia dan menegaskan bahwa PERTAMA sangat terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Beliau berharap bahwa diskusi ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang berguna untuk meningkatkan pengelolaan wakaf di Malaysia dan Indonesia.
Kegiatan International Community Service ini berjalan dengan sukses dan penuh antusias dari semua peserta. Selain mendapatkan pengetahuan baru mengenai sistem perwakafan, para peserta juga memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan rekan-rekan mereka dari negara tetangga.
Diharapkan hasil dari Focus Group Discussion ini dapat diimplementasikan dalam bentuk program-program konkrit yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas pengelolaan wakaf di kedua negara. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam upaya membangun jaringan kerjasama yang kuat dan berkelanjutan antara institusi-institusi pendidikan dan lembaga perwakafan di Indonesia dan Malaysia.
Dengan berakhirnya acara ini, ASEAN Academic Association, STEBI Lampung, dan PERTAMA membuktikan komitmen mereka dalam mendukung perkembangan sosial dan keagamaan melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi contoh nyata dari kerjasama yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di kedua negara.
402 View